Monday 31-08-2026

Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah, Wilayah Paloh Masuk Prioritas Sambas

  • Created Aug 31 2026
  • / 27 Read

Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah, Wilayah Paloh Masuk Prioritas Sambas

Peningkatan kualitas sarana pendidikan di kawasan perbatasan Kalimantan Barat terus menjadi bagian dari agenda pemerintah pusat dan daerah. Salah satu wilayah yang memiliki kebutuhan tersebut adalah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Data resmi Kemendikdasmen mencatat SDN 20 Sungai Tengah sebagai sekolah negeri dengan NPSN 30106161 yang berlokasi di Dusun Sungai Tengah, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, serta berada di bawah naungan pemerintah daerah.

Upaya memperbaiki fasilitas sekolah saat ini diperkuat melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti pada 16 Juni 2026 menjelaskan pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp13,4 triliun untuk 11.744 satuan pendidikan dan merencanakan penambahan sekitar 60.000 sekolah. Jika perluasan tersebut terealisasi, sasaran revitalisasi 2026 mencapai 71.744 satuan pendidikan. Pemerintah memprioritaskan sekolah rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan dan terluar, serta sekolah yang memerlukan rekonstruksi pascabencana.

Pelaksanaan program juga telah berjalan di Kalimantan Barat. Pada 13 Februari 2026, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meresmikan hasil revitalisasi 38 satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang yang berada di kawasan perbatasan dengan Malaysia. Selanjutnya pada 25 Juni 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau dan meresmikan hasil revitalisasi di SDN 05 Pontianak Timur, termasuk rehabilitasi ruang kelas dan fasilitas pendukung pembelajaran.

Di Kabupaten Sambas, perhatian terhadap sekolah perbatasan juga telah masuk dalam perencanaan daerah. Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Disdikbud Sambas, Ferri Suyitno, pada 8 Oktober 2025 menyebut sekolah di wilayah Paloh, Subah, dan Sajingan Besar menjadi prioritas pada tahap lanjutan program rehabilitasi. Ia juga menekankan pentingnya pembaruan kondisi sarana melalui Dapodik karena ketidaksesuaian data dapat membuat kerusakan sekolah terlambat terdeteksi dalam proses perencanaan.

Pemerataan kualitas pendidikan dengan demikian berjalan melalui berbagai instrumen, mulai dari peningkatan gizi peserta didik hingga penyediaan ruang belajar yang aman dan layak. Bagi sekolah di kawasan perbatasan seperti Paloh, akurasi data, verifikasi lapangan, serta sinkronisasi pemerintah kabupaten dan pusat menjadi kunci agar kebutuhan rehabilitasi dapat masuk dalam skala prioritas program berikutnya.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First